Latar Belakang PT Belirang Kalisari

Pada tahun 1997, pertama kali Indonesia mengalami krisis moneter dan krisis politik yang membuat harga-harga kebutuhan pokok meningkat drastis. Tidak luput, harga untuk sarana dan prasarana penunjang pertanian juga ikut mengalami peningkatan harga yang drastis. Hal tersebut berdampak pada perilaku petani dalam menanggulangi hama penyakit pada tanaman. Bermula dari hal tersebut, PT Belirang Kalisari ingin membuat obat penanggulangan hama yang murah, aman dan bisa membantu pertumbuhan tanaman. Pada saat itu, telah ada produk sejenis di Indonesia namun dengan harga yang mahal. Sehingga pada awal tahun 1998 dimulailah awal penelitian obat hama penyakit khususnya jamur yang juga bisa berfungsi sebagai penyubur tanaman. Bahan dasar yang dipakai adalah belerang, karena belerang sudah sejak lama dipakai sebagai obat jamur/fungisida di Amerika Serikat.

Alasan pemakaian belerang sebagai bahan baku fungisida, karena perusahaan induk PT Belirang Kalisari memiliki core business industri pengolahan belerang sejak tahun 1986. Dan pada tahun 1999, dikenalkan produk fungisida yang bisa difungsikan juga sebagai penyubur tanaman dengan merk Swallow 80 WP. Sejak saat itu, kebutuhan sarana dan prasarana pertanian berkembang dan PT Belirang Kalisari juga berpartisipasi dalam bidang usaha pestisida.

Pada tahun 2003, PT Belirang Kalisari untuk pertama kalinya merilis produk pestisida berbahan Betacyflutrin dan Mancozeb. Produk tersebut diterima dengan sangat baik oleh distributor, dealer, retailer, agen, pengecer sampai dengan petani. Hingga sekarang, PT Belirang Kalisari bertumbuh terus menjadi salah satu formulator yang diperhitungkan di dunia pestisida di Indonesia.